Postingan

swastamita bersamamu

hari berganti t idak mengubah keyakinanku tuk terus bersamamu; justru saat hari berganti, aku akan terus berusaha menggali rasa lebih dalam lagi untuk berbagi kasih denganmu; juga tentang sore hari, yang selalu ingin kunikmati bersamamu; tidakkah kau ingat, bagaimana kau membawaku untuk mencarikanku senja yang kusuka? percayalah, aku masih selalu menantikan swastamita di ujung barat sana bersamamu lagi.
Tidak ada yang instan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan untuk memasak sayur asam, sayur lodeh, pepes ikan, pepes tahu, dan lain-lain. Pun dalam mengolah perasaan, tak ada suatu cara yang instan. Segalanya memerlukan proses. Dan setiap proses tidaklah selalu berhasil dalam sekali libas. Jika beruntung, ada satu kali coba langsung berhasil. Jika kurang beruntung, dalam sekali coba akan gagal. Dan kita harus mencobanya lagi hingga berhasil. Dalam memahami sebuah rasa dan pribadi, tidaklah semudah yang dibayangkan -- yang diangankan. Memahami rasa bagiku sangat susah. Butuh keyakinan beberapa kali agar aku paham bagaimana yang sebenarnya. Sebentar... Sebentar.... Tulisan ini belum selesai. Aku lanjutkan besok jika ide yang sudah ada ini siap untuk kutuangkan. Keadaan sedang tidak mendukung rupanya.

taman hati

Jika dulu – beberapa tahun yang lalu, mungkin sewindu – aku begitu mencintai seorang pria dan khawatir jika aku tidak dapat hidup tanpanya, nyatanya, saat ini aku bisa. Aku tetap bisa melakukan kegiatanku tanpa adanya dia di hidupku. Toh , saat aku masih dengannya pun, aku tetap melakukan apa-apa sendiri. Sudah bukan pemandangan dan realita yang langka jika aku ke mana-mana sendiri, melakukan apa-apa sendiri. Bahkan, sebelum kumenemukan priaku yang sekarang, aku juga masih bisa melakukan apa-apa sendiri, ke mana-mana sendiri. Terkadang, manusia terlalu khawatir mengenai apa yang akan terjadi ke depannya. Dan tidak jarang, kekhawatiran itu tercipta dari pikiran dan perasaan manusi itu sendiri. Aku rasa, manusia adalah penulis skenario dramatis terbaik. Haha… Setelah sekian lama libur dari dunia rangkai kata, aku berhasil mengumpulkan ide, mood , dan tentunya sederetan kata yang harus aku susun agar menjadi bacaan. Nyaris tidak memiliki rasa percaya diri lagi untuk menulis. Hmm, ...